• deviantart
  • facebook
  • google
  • linkedin
  • pinterest
  • soundcloud
  • twitter
Ada Apa dengan Board Games?

Ada Apa dengan Board Games?

Ada Apa dengan Board Games? Memaknai Bermain Sesungguhnya lewat Board Games

Apasih sebenarnya board games? kalo permainan ular tangga, halma, scrabble dan monopoly pasti sudah cukup kenal dong. Jadi sebenarnya board games adalah sebuah papan permainan yang bisa dimainkan lebih dari 1 orang dengan berbagai aturan bermain.

Keasikan bermain board games saya temukan kembali saat mengikuti ajang kompetisi Board Game Challenge 2015 yang diselenggarakan oleh Kummara bersama Kompas pada 27 Maret 2015 lalu. Tujuan saya ikut kompetisi ini awalnya sekadar ingin menambah ilmu mendesain game yang sudah saya tekuni sejak 2012. Namun, banyak hal baru bahkan teman baru dari mengikuti workshop board games ini.

Bahkan setelah selesai acara Board Game Challenge, saya semakin “ketagihan” bermain bersama keluarga dan beberapa teman-teman game developer di Surabaya.

Beberapa hal yang membuat saya kembali tertarik bermain board games adalah:

  1. Interaksi yang Nyata. Meskipun game digital mampu menghubungkan para pemain dari berbagai belahan dunia, namun interaksi yang diciptakan sifatnya semu. Kita tidak akan temukan canda dan tawa yang penuh kehangatan. Justru hal ini saya temukan kembali di board game.
  2. Belajar Strategi dan Pengambilan Keputusan. Saya banyak membaca buku-buku strategi, namun menurut saya hal itu tidak cukup. Praktik yang mudah adalah lewat board game. Mengapa? karena saat menentukan strategi dan mengambil keputusan, kita berhadapan langsung dengan pemain yang lain. Kita akan dipaksa berkomunikasi dan melakukan negosiasi. Kita dituntut membaca “body language” pemain lain dan ini lebih nyata dari permainan digital.
  3. Fokus pada experiences. Sebagai game designer saya merasakan saat membuat game digital terjebak pada hal teknis dibandingkan mengevaluasi gamer experiences. Dengan membuat boardgame, saya bisa fokus pada pengalaman yang dirasakan para pemain. Meskipun saat membuat game digital harus melalu play test. Hal ini membutuhkan waktu dan biaya yang besar serta terkendala pada penyediaan peralatan bagi para tester.
  4. Boardgame = Investasi. Berbeda dengan game digital, board game memang harus dicetak dan diproduksi terbatas. Harga boardgame baru atau bekas mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Makin langka board game ternyata membuat harga menjadi mahal. Tentu bergantung pada kondisi fisik game dan kualitas board game (Komunitas Marketplace Boardgame – FB).

Satu pengalaman paling berharga bagi saya adalah lewat board game saya lebih mengenal anak-anak saya. Suatu malam, saya bermain board game RISK berdua dengan anak pertama saya Dhilan (10 tahun).

Saat itu dia sudah jelas kalah dalam penguasaan lokasi teritori, lalu saya tawarkan agar dia menyerah. Dhilan lalu menjawab,”Pa, pertempuran ini harus diselesaikan meskipun Dhilan pasti kalah“.

Satu hal yang menyentuh hati saya yang paling dalam sebagai seorang ayah.

Founder & CEO PT Mekanima Inspira Nagara: http://AnimotionAcademy.com http://Mechanimotion.com Contact me: adhi@mechanimotion.com

Leave a reply

Hide me
Dapatkan UPDATE Seputar Industri Kreatif!
Enter your email address:
Show me
Build an optin email list in WordPress [Free Software]