Belajar Akuntansi Biaya Lewat Board Game

Belajar Akuntansi Biaya Lewat Board Game Jauh Lebih Menyenangkan?

Saat saya menjadi mahasiswa di jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi UBAYA (Universitas Surabaya) pada tahun 1997, salah satu mata kuliah yang cukup sulit adalah Akuntansi Biaya. Mengapa sangat sulit? karena sebagai mahasiswa harus membayangkan aktivitas-aktivitas produksi di sebuah pabrik. Padahal sama sekali belum pernah melihat dan masuk ke dalam pabrik.

Kunjungan ke pabrik saat itu sangat sulit dilakukan, apalagi jumlah satu angkatan saya saat itu sekitar 300 orang mahasiswa akuntansi. Selain itu video tentang proses produksi cukup sulit di dapatkan karena internet dan video streaming masih sangat lambat.

Akhirnya, saya hanya belajar menghafal rumus-rumus dan perbanyak latihan soal agar bisa dapat nilai baik. Tapi jujur aja itu bukan belajar beneran. Cuma hafalin teori dan rumus, habis itu lupa lagi.

Sekarang hampir 20 tahun setelah saya kuliah dan saat ini menjadi dosen akuntansi di tempat saya belajar, saya baru menemukan metode belajar akuntansi biaya yang jauh lebih mudah dan menyenangkan.

Semua ini berkat event Board Game Challenge 2015 yang diadakan oleh Kummara bersama penerbit Kompas. Meski saya adalah video game developer lewat Mechanimotion sejak 2012, saya baru merasakan “bermain” yang “hidup” dan “humanis” adalah lewat board game.

Saat itu setelah 3 hari mengikuti workshop BGC 2015 di Univ. Widya Mandala Surabaya, saya langsung berburu board game. Dan saat itu board game pertama saya adalah Power Grid: Factory Manager yang dipublikasikan oleh Rio Grande.

Board game Factory Manager menjadi pilihan saya saat itu karena sangat dekat dunia akuntansi, khususnya Akuntansi Biaya. Selain itu board game ini juga bisa dimanfaatkan untuk mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi.

Yang menarik dari Factory Manager adalah bisa dimainkan oleh anak pertama saya Dhilan yang saat itu masih duduk kelas 4 SD. Dia akhirnya bisa memahami kata “efisiensi” ketika belajar jadi manajer pabrik lewat board game ini.

Meski hampir setahun saya memiliki Factory Manager, baru pada saat workshop budi pekerti angkatan ke-4 oleh RISTEK, saya bisa mempresentasikan board game ini di hadapan lebih dari 60 orang dosen berbagai program studi UBAYA. Tentu kesempatan ini tidak muncul jika tidak diberi kesempatan dan kepercayaan dari Ketua Jurusan Akuntansi pak Dedhy dan Penanggung Jawab Mata Kuliah Akuntansi Biaya, yaitu Pak Nino serta para kolega Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya.

Belajar Akuntansi Biaya Lewat Board Game

Pak Nino dan saya hanya diberi waktu kurang lebih 20 menit untuk menyimulasikan Factory Manager dikaitkan materi Cost Behaviour. Cukup banyak masukan dari para kolega dosen, terutama materi rulebook yang seharusnya sudah diberikan ke mahasiswa sebelum kelas dimulai. Sehingga di kelas lebih banyak mereview dan bertanya rulebook Factory Manager.

Guna pemanfaatan board game Factory Manager ke mahasiswa Akuntansi Biaya adalah mereka tidak sekadar belajar teori. Tapi belajar mempraktikan teori yang ada ke dalam pengambilan keputusan di pabrik, dimana hal ini sangat jarang bisa dilakukan jika hanya melalui perkuliahan konvensional.

Dan yang menarik, setelah sesi presentasi usai mulai banyak kolega dosen yang mulai tertarik menggunakan board game untuk diterapkan di kelas-kelas yang mereka ajar.

Namun, bagi saya board game Factory Manager masih harus ditingkatkan kualitasnya jika ingin sepenuhnya bermanfaat dalam proses pembelajaran Akuntansi Biaya. Saya berencana membuat board game yang bisa mengakomodasi kebutuhan pembelajaran bisnis dan akuntansi di masa datang, di mulai untuk semester awal, tengah, hingga akhir.

Bagi yang ingin membuat board game sendiri bisa membaca artikel saya yaitu Tip Cara Membuat Board Game

Share:
Written by Adhicipta R. Wirawan
Founder & CEO Mechanimotion. Contact me: kontak@adhicipta.com