Buat apa sih belajar gamifikasi? Ya gamifikasi penting buat dipelajari agar prestasi dan motivasi siswa kita meningkat dengan menerapkan “elemen permainan” di dalamnya.


Saya sebagai seorang Game Designer harus memahami hal ini dengan baik agar bisa menerapkan gamifikasi di tempat kerja dan dalam pendidikan. Beberapa game yang saya kembangkan adalah Linimasa Card Game.

Lalu apa saja elemen permainan dalam gamifikasi? Menurut Mindy Jackson (2016) dalamGamification Elements to use for Learning terdapat 6 elemen game untuk pembelajaran, yaitu:

Belajar Gamifikasi agar Kelas Tidak Seperti dalam Gambar

1. Achievement (Progression)

Pemain mendapatkan rasa puas ketika ia mengetahui sejauh mana upaya yang telah dikerjakan. Hal ini dapat berupa poin, kenaikan tingkat, bilah kemajuan (progress bar) dan papan peringkat.

Jika diterapkan di kelas maka setiap siswa harus mendapatkan informasi kemajuan proses belajar yang ia lakukan. Semakin cepat umpan balik yang diperoleh siswa maka semakin cepat siswa akan mengatur strategi belajar mereka untuk meningkatan poin mereka.

2. Rewards

Pemain memperoleh “hadiah” ketika mampu menyelesaikan suatu misi atau tugas. Hal ini dapat berupa bonus, sumber daya, lencana, dan sertifikat.

Jika diterapkan di kelas maka setiap siswa yang berhasil mencapai poin atau peringkat tertentu mendapatkan lencana, misal: lencana keaktifan, lencana prestasi akademik, dll.

3. Story (Event)

Pemain bersedia untuk terlibat dalam sebuah permainan karena ia menjadi bagian dari sebuah “cerita” dengan suatu tema yang menarik. Di dalam cerita ada tokoh-tokoh, konflik, dan penyelesaian konflik sehingga sebuah game menjadi tidak membosankan.

Jika diterapkan di kelas maka di awal semester guru atau dosen menjelaskan cerita yang dikemas dengan berbagai tema menarik. Misalkan menggunakan tema Star Wars dimana setiap siswa adalah para jedi yang melawan para sith.

4. Time

Waktu menciptakan permainan menjadi menantang sebab pemain merasakan sensasi diburu waktu sehingga ia harus menggunakan segenap potensi yang dimiliki untuk berhasil menyelesaikan sebuah misi atau ia akan gagal atau harus mengulangi misi tersebut.

Jika diterapkan di kelas maka setiap tugas atau misi dalam cerita memiliki batasan waktu. Hal ini akan membuat setiap siswa tertantang untu segera menyelesaikan misi secara bersama.

5. Personalization

Hal yang menyenangkan dalam sebuah permainan adalah pemain mampu memodifikasi “tampilan” dari tokoh karakter yang ia jalani menjadi sosok yang ia sukai.

Jika diterapkan di kelas maka setiap siswa diijinkan untuk merancang “penampilan” mereka saat presentasi tugas sebagai bentuk menjalankan misi. Setiap kelompok siswa memiliki semboyan yang harus disebutkan jika akan presentasi.

6. Microinteraction

Interaksi sederhana bahkan kecil dalam sebuah permainan meningkatkan ketertarikan yang besar. Setiap suara sampai dengan animasi sederhana bisa menjadi umpan balik yang menciptakan permainan menjadi imersif.

Jika diterapkan di kelas maka setiap siswa yang berhasil mencapai poin tertentu maka ada “selebrasi” kecil di kelas. Selebrasi ini dapat berupa lagu atau penyematan lencana.

Semoga artikel belajar gamifikasi singkat ini dapat membantu Anda untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas.

Share:
Written by Adhicipta R. Wirawan
Founder & CEO Mechanimotion. Contact me: kontak@adhicipta.com