Pesan Moral dari Film Animasi Monsters University. Seperti biasa film besutan PIXAR selalu menghadirkan kisah yang menginspirasi. Dalam film MU saya merefleksikan dalam kehidupan profesi saya di dunia animasi, komik, dan game.

DISCLAIMER: Note ini banyak mengandung spoiler! Bagi yang belum nonton Monsters University (MU) disarankan untuk tidak membaca note ini.

Setiap Orang Sudah Diciptakan Tuhan dengan Talentanya Masing-Masing. Setelah melakukan kesalahan fatal, Mike dan Sully harus bekerja keras agar bisa tetap diterima di program “scare” MU. Salah satu cara adalah ikut Scare Games, dimana Mike dan Sully harus bergabung dengan kelompok “pecundang” Oozma Kappa (OK). Karena Scare Game adalah kompetisi yang mengharuskan kerja sama tim maka Mike bekerja keras untuk melatih para “pecundang” OK untuk memenuhi standar “text book”. Ternyata Mike salah besar, justru “keunikan” atau “kelemahan” dari setiap anggota kelompok jika dikelola dengan baik justru menjadi kekuatan yang dahsyat. Akhirnya, Sully yang sudah putus asa dengan kelompok ini, juga sadar akan kehebatan kelompok OK. Mike akhirnya dengan penuh semangat melatih setiap anggota sesuai talenta yang telah mereka miliki.

PESAN MORAL: Dalam tim kita harus mengenali talenta setiap orang, kegagalan salah satu anggota bisa saja terjadi karena kita salah menempatkan posisi mereka. Penilaian negatif dari orang sekitar atau bahkan dari kita sendiri bisa menghilangkan potensi kuat dari anggota tersebut. Jadi memang benar istilah “The Right Man on The Right Place”

Belajar untuk Fokus Meningkatkan Kelebihan dibanding Memperbaiki Kekurangan. Meskipun Mike sadar dan paham bahwa setiap anggota OK memilik talenta yang unik dan menjadi keunggulan tim mereka. Mike belum sadar juga akan “kelemahan” akan dirinya. Ia terlalu sibuk memikirkan anggota tim yang lain tapi tidak mengevaluasi kelemahannya. Sully paham bahwa Mike bukanlah Monster yang Menakutkan. Agar tidak mengecewakan Mike, Sully menyabotase alat simulasi scare pada final Scare Game, sehingga point ketakutan bisa Full Point. Namun akhirnya Mike mengetahui hal ini dan pada akhirnya ia harus membuktikan sendiri di laboratorium “pintu ajaib” untuk menakuti anak-anak manusia. Ternyata faktanya, Mike Gagal Total menakuti anak-anak manusia. Sully kemudian berjuang menolong Mike. Salah satu jalan yang terbaik adalah dengan menakuti para sherif agar mereka bisa kembali ke dunia Monster. Kedua sahabat ini akhirnya saling bahu-membahu. Sully sadar bahwa dia memiliki talenta sebagai monster legendaris Sullivan yang menakutkan dan Mike juga sadar bahwa ia memiliki talenta sebagai “guru” atau “pelatih” untuk mengatur strategi “scare” yang dahsyat.

PESAN MORAL: Sering kali kita lebih sibuk memperbaiki kelemahan kita dibandingkan meningkatkan kapasitas kelebihan kita. Hasilnya jauh berbeda dengan terus meningkatkan kapasitas diri. Itulah mengapa kita membutuhkan orang lain dalam bekerja. Kita tidak akan pernah menjadi manusia super dengan menguasai semua hal untuk menjadi profesional.

Pesan Moral dari Film Animasi Monsters University

Sully dan Mike kecewa dengan kelompok OK

Yang Terbaik Menurut Kita, Belum Tentu Jalan Yang Terbaik. Pada akhirnya Mike dan Sully tidak melanjutkan pendidikan mereka di MU. Mereka berdua memilih berkarir dari NOL langsung di Monster Inc. Mulai dari petugas pengirim dokumen perusahaan, tukang bersih-bersih hingga menjadi Monster pencari energi. Semua jenjang karir itu dilakukan dengan penuh semangat dan Prestasi Gemilang! hingga mimpi mereka akhirnya tercapai.

PESAN MORAL: Manusia boleh berencana dan berusaha, tapi Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah dari rencana manusia. Dalam bisnis kita harus bijaksana saat eksekusi rencana tidak terlaksana sesuai harapan. Evaluasi dan segera lihat peluang lain yang searah dengan target (impian) kita. Sama halnya saat saya lulus SMA tidak memilih masuk jurusan seni dan akhirnya memilih jurusan akuntansi, ternyata Tuhan punya rencana yang indah tepat pada waktunya. Jadi jangan sepenuhnya mengandalkan ijazah untuk sepenuhnya menjadi profesional.

Akhirnya Mike dan Sully berhasil mewujudkan mimpi mereka

Artikel menarik lainnya dari film Madagascar 3

Madagascar 3

 

Share:
Written by Adhicipta R. Wirawan
Founder & CEO Mechanimotion. Contact me: kontak@adhicipta.com