Kisah di balik Game ORBIZ Juara 1 ProtoWar 2014

Kisah di Balik Game ORBIZ Juara 1 ProtoWar 2014 yang diadakan oleh Computer Science Department Universitas Multimedia Nasional (UMN).

DIBALIK INSPIRASI GAME ORBIZ

Alhamdulillah saya bersama Tim Anoman Studio berhasil meraih juara 1 kategori umum di ajang kompetisi pembuatan prototype game. Game Orbiz ini adalah konsep yang saya rancang setelah terinspirasi dari Planet milik Emperor Kai di kisah Dragon Ball. Dimana saat itu Goku untuk meningkatkan kekuatannya ia harus mengejar monyet peliharaan Emperor Kai bernama Bubbles. Keunikannya adalah ukuran planet Emperor Kai yang kecil, sehingga yang awalnya Goku mengejar Bubbles berubah menjadi kebalikannya.

Planet Emperor Kai ini rupanya telah hadir di game Super Mario Galaxy, dimana Mario berada di luar angkasa dengan environment planet-planet. Namun dalam game ini hanya bisa 1 orang player saja. Dari sinilah saya mengembangkan konsepnya menjadi Local Multiplayer, dimana 4 orang bisa bermain bersamaan. Dimana akan menjadi sangat seru bermain bersama-sama di sebuah planet kecil yang saya sebut OrbiZ dari bahasa latin yang berarti planet.

Tahap selanjutnya setelah memiliki konsep environment game yang unik, maka saya kembangkan genre dari game ini. Pertama kali ide yang tercetus adalah dunia Orbiz adalah dengan konsep medieval ala Diablo atau Dota2. Namun setelah saya dan tim melakukan riset produksi, genre dengan gaya ini akan berdampak besar pada proses produksi, khususnya special FX dan animasi. Setelah itu diputuskan untuk mengubah konsep dari medieval menjadi dunia Zombie. Dimana di dunia Zombie, special FX dan animasinya tidak terlalu kompleks dibandingkan dengan konsep “Diablo”.

Dengan tim Anoman Studio yang saat ini hanya 3 orang yaitu saya sebagai game designer, Hendrik sebagai Programmer, dan Tino sebagai 3D artist, maka saya harus merancang konsep game ORBIZ yang inovatif dengan small team tapi harapannya punya great impact. Cukup berat jika menjadi developer game untuk sekadar menjadi “follower” produk game dari triple A game developer dunia.

TERLAMBAT REGISTRASI SHOWCASE GDG 2014

Setelah desain environment dan genre sudah kelar, maka saya dan tim merancang konsep mekaniknya. Pemicu eksekusi dari proses produksi demo game Orbiz dikarenakan kami terlambat mendaftarkan diri untuk ikut SHOWCASE di ajang GDG atau Game Developer Gathering 2014. Saat itu harapan kami satu-satunya adalah mengikuti kompetisi ProtoWar yang diadakan di UMN (Universitas Multimedia Nasional) yang juga menjadi tuan rumah GDG 2014.

Namun, setelah kami pelajari informasi dari fan page ProtoWar, ternyata hadiah pemenang tidak termasuk booth showcase. Alhamdulillah, beberapa hari sebelum GDG dibuka kembali seleksi showcase gelombang ke-3 dan kami lolos untuk berangkat ke UMN. Dan berita gembira selanjutnya adalah kami juga lolos final untuk memperebutkan posisi juara 1 s.d 3 di ProtoWar 2014.

PENJURIAN PROTOWAR 2014

Acara penjurian ProtoWar 2014 ini dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Desember 2014 atau H-1 sebelum event akbar GDG 2014. Saya berangkat bersama Hendrik sebagai programmer menggunakan pesawat, flight jam 6 pagi dari Surabaya. Setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kami berangkat ke lokasi bersama Mas Wira, yaitu Business Dev. dari Anoman Studio.

Ternyata perjalanan dari bandara menuju UMN lumayan cukup jauh yaitu mencapai 1 jam lebih. Dan setelah tiba di lokasi kami masih kesasar di gedung UMN untuk Lab. Akuntansi. Dalam hati saya, wah kok ketemu lab akuntansi, apa karena saya juga dosen akuntansi di Ubaya hehehehe. Akhirnya, kami bergegas menuju Lecture Hall di lantai 3 di gedung yang sangat unik desainnya.

Saat saya hadir di ruang penjurian yang bentuknya seperti teater, rupanya kegiatan sedang berlangsung. Saat itu ada sharing pengalaman pembuatan game oleh para mahasiswa UMN. Saya menyimak dengan seksama dan begitu besar antusiasme para pembicara dan peserta yang hampir memenuhi semua kursi.

Setelah acara sharing, acara selanjutnya adalah penjurian ProtoWar untuk kategori pelajar. Dari ketiga tim tersebut rupanya ada 2 SMK dari Medan yang menjadi finalis, yaitu dari SMK TI Smart dengan 2 game yaitu Collect the eggs dan Tap Ball Faster. Namun yang menjadi juara pertama adalah  SMAK Penabur dengan judul game Tap Wipe.

Tim juri pada ajang Protowar ini adalah game developer profesional Indonesia yaitu Kris Antoni dari Toge Production, Frida Dwi atau akrab dipanggil mas Abe dari Agate Jogja, dan Mohammad Rizaldi dari Gambreng Games dan Dosen DKV UMN. Pertanyaan dari para juri ini lebih banyak memberikan feedback positif bagi para finalis dari aspek gameplay hingga pemasaran.

Acara selanjutnya adalah sesi sharing dari ketiga juri yang membahas peluang industri games di Indonesia dan internasional. Yang dilanjutkan pada sesi penjurian untuk kategori Umum.

Presentasi pertama dari 101 Studios dengan judul game Z-Virus (First Person Shooter). Game Z-Virus ini sudah saya kenal sejak tahun 2011 dan dikembangkan oleh seorang siswa SMP dengan menggunakan software BLENDER. Siswa ini bernama Fajrul Falakh dan sekarang di usianya yang ketujuh belas sudah menempuh tahun pertama di DKV Universitas Telkom. Bagi saya sosok Fajrul adalah salah satu Blender Army Indonesia yang sangat potensial dari aspek programming dan sebagai 3D artist generalist. Dan akhrnya saya bisa bertemu langsung dengan Fajrul di event bergengsi Protowar 2014.

Tim Anoman mendapatkan giliran ketiga untuk presentasi setelah Raion C dengan game berjudul Toni Toys. Game developer asal Malang ini mempresentasikan game dengan konsep mekanik seperti game era 80-an, yaitu Dream Machine. Dimana palyer harus menempatkan berbagai alat untuk memindahkan sebuah obyek dari satu titik ke titik lain.

Presentasi saya dibagian akhir ini membuat saya sangat gugup. Maklum ekspetasi juri dan penonton pasti sangat tinggi karena 2 game sebelumnya sangat bagus dan sudah jadi. Sedangkan game Orbiz masih sebuah prototype yang belum dipoles sama sekali. Dalam presentasi tersebut saya sampaikan konsep dan target pengembangan game Orbiz. Alhamdulillah, respon juri dan penonton sangat positif.

Akhirnya pengumuman hasil kompetisi ProtoWar 2014 diumumkan sekitar 15 menit setelah penjurian kategori umum. Dan hasilnya adalah sebagai berikut (Sumber):

GENERAL CATEGORY
Juara 1: Orbiz, Anoman Studio
Juara 2 : Toni Toys, Raion C
Juara 3 : Z-Virus, 101 Studios

HIGH SCHOOL CATEGORY
Juara 1: Tap Wipe, SMAK Penabur
Juara 2 : Collect the eggs, SMK TI Smart Medan
Juara 3 : Tap Ball Faster, SMK TI Smart Medan

Dengan hasil Orbiz menjadi juara 1 di ProtoWar kategori umum, semakin memantapkan saya dan tim Anoman Studio untuk segera mewujudkan game ini di tahun 2015. Namun, agar lebih memastikan respon gamer maka saat yang tepat adalah di lokasi pameran atau showcase Game Developer Gathering 2014 pada hari Sabtu, 6 Desember 2014.

BERSAMBUNG

Share:
Written by Adhicipta R. Wirawan
Founder & CEO Mechanimotion. Contact me: kontak@adhicipta.com