• deviantart
  • facebook
  • google
  • linkedin
  • pinterest
  • soundcloud
  • twitter
Penjualan Card Game Waroong Wars 2016

Penjualan Card Game Waroong Wars 2016

Penjualan Card Game Waroong Wars 2016 telah mendekati angka 2000 pcs pada bulan Mei 2016.

Waroong Wars dirilis pada bulan Oktober 2015 bersamaan dengan board game Pagelaran Yogyakarta. Keduanya adalah board game alumni kompetisi Board Game Challenge 2015 dan dicetak pertama kali dengan jumlah masing-masing 1000 pcs.

Artikel ini akan membahas beberapa hal yang menentukan keberhasilan penjualan Waroong Wars. Selain itu dengan adanya artikel ini bisa memberikan informasi berharga bagi berbagai pihak yang tertarik terjun di Industri Board Game yang sedang tumbuh.

Setiap 2 bulan pihak Kompas selalu memberikan informasi ke para desainer, yaitu November, Januari, Maret, dan Mei. Berikut ini data penjualan sementara per akhir Mei 2016 secara berturut-turut angka penjualan dari bulan Januari 2016 yaitu: 637, 771, dan 1924. Total omzet penjualan adalah Rp 336.700.000 (Rp 175 ribu x 1924).

Penjualan Card Game Waroong Wars 2016

Penjualan pada bulan Mei 2016 meningkat tajam karena pesanan khusus Waroong Wars dari Kementerian Pariwisata RI sebagai cindera mata resmi untuk setiap pameran dan kunjungan kenegaraan. Yang membedakan Waroong Wars edisi “Wonderful Indonesia” dengan yang lokal adalah buku panduan dengan versi bahasa inggris serta ada logo “Wonderful Indonesia”.

Berikut analisis saya pribadi sebagai salah satu anggota tim desainer Waroong Wars untuk mencoba menjelaskan kinerja penjualan sebagai berikut:

  1. Harga yang relatif terjangkau. Waroong Wars dijual dengan harga resmi yaitu Rp 175 ribu per pcs. Harga ini menjadi “murah” karena disaat bersamaan rilis board game Pagelaran Yogyakarta yang dijual dengan harga Rp 292 ribu. Berdasarkan buku “Irrational Customer”, adanya pembanding menyebabkan konsumen akan lebih memilih produk yang lebih murah. Jika Waroong Wars saat dirilis hanya sendirian saja, maka kinerja penjualannya bisa saja berbeda dengan sekarang.

  2. Kesesuaian antara distribution channel dengan product. Waroong Wars sejak awal dirancang sebagai permainan untuk keluarga. Dimana tidak butuh waktu lama dalam menjelaskan permainan dan dapat dimainkan dimana saja dan kapan saja. Penjualan terbesar Waroong Wars adalah lewat jaringan toko buku Gramedia. TB Gramedia memiliki segmen pengunjung adalah keluarga. Sehingga sangat sesuai antara lokasi penjualan dengan Waroong Wars. Hal ini didukung berdasarkan fakta dimana penjualan melalui Gramedia mencapai 67%, sisanya melalui Manikmaya.com, kami sebagai desainer, serta grazera serta kompasstore.

  3. Potensi “Sponsorship” dalam product. Saat tim desainer Waroong Wars membuat konsep game di Board Game Challenge 2015 sudah membayangkan akan ada sponsor yang memasang iklan dalam Waroong Wars. Kami membayangkan saat itu “Kecap Bango” tertarik memasang iklan di dalam Waroong Wars. Namun kenyataannya malah pihak Kementerian Pariwisata RI yang membeli sebanyak 1000 pcs.

  4. Pameran dan Playday. Segala bentuk table top game tentu butuh dicoba dulu baru untuk merasakan keasyikannya. Kami merasakan betul setiap kali mengikuti pameran atau playday di beberapa kota akan menciptakan penjualan. Dalam sehari kami mampu menjual 5 hingga 10 pcs.

Kurang lebih 4 hal yang memicu Penjualan Card Game Waroong Wars 2016. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Founder & CEO PT Mekanima Inspira Nagara: http://AnimotionAcademy.com http://Mechanimotion.com Contact me: adhi@mechanimotion.com

Leave a reply

Hide me
Dapatkan UPDATE Seputar Industri Kreatif!
Enter your email address:
Show me
Build an optin email list in WordPress [Free Software]