• deviantart
  • facebook
  • google
  • linkedin
  • pinterest
  • soundcloud
  • twitter
Persiapan Designer Boardgame Bertemu Publisher

Persiapan Designer Boardgame Bertemu Publisher

Persiapan Designer Boardgame Bertemu Publisher agar lebih meyakinkan.

Ketika prototype boardgame atau cardgame sudah selesai dibuat, designer akan melakukan testing berulang kali. Bahkan harus melakukan perbaikan minor atau major agar prototype dapat masuk ke tahap produksi.

Namun sebelum memutuskan untuk produksi designer boardgame harus memilih produksi dan distribusinya melalui jalur indie (self publishing) atau lewat major publisher.

Jika Anda akan menempuh jalur indie maka artikel ini tidak akan relevan buat Anda :) Tetapi jika Anda sebagai designer akan memilih publisher sebagai mitra maka silahkan lanjutkan membaca artikel ini.

Saya menuliskan artikel ini berdasarkan pengalaman saya menulis 8 buku dan merilis board game melalui major publisher yaitu di Kompas Gramedia Group. Cara kerja antara penerbitan buku dan boardgame tidak terlalu berbeda menurut saya. Setidaknya saya cukup memahami cara kerja publisher dan bagaimana seorang designer mempersiapkan diri saat bertemu mereka.

Tahap Persiapan:

  • Pelajari karakteristik publisher yang akan Anda pilih. Seharusnya ini sudah dipikirkan sejak awal saat akan membuat board game hehehe…. tapi jika sudah terlanjur maka Anda tidak bisa sembarangan memilih publisher. Sebagai contoh Kompas, mereka lebih tertarik mengangkat tema Indonesia dibandingkan tema luar negeri seperti ninja hingga zombie atau orc. Jadi jangan coba-coba buang waktu Anda untuk menawarkan boardgame yg tidak sesuai dengan portfolio mereka.
  • Buatlah CV atau Curriculum Vitae yang menarik. Hal ini sangat penting bagi Anda untuk meyakinkan publisher. CV yang menarik bisa ditunjukkan portfolio yang relevan dengan boardgame yang akan Anda buat. Sebagai contoh, saya memiliki profesi seorang dosen di Fakultas Bisnis dan Ekonomika maka boardgame yang terkait dengan bisnis akan memiliki potensi yg bagus di mata publisher. Manfaatkan Linked-in untuk merekam semua hal terkait profesi dan prestasi Anda.
  • Siapkan deskripsi singkat boardgame Anda. Jangan terlalu panjang, yang penting adalah jelaskan obyektif boardgame tersebut. Sebagai contoh: Waroong Wars adalah cardgame tentang persaingan pemilik warung kuliner khas Surabaya. Di dalam permainan pemain akan belanja, memasak, dan mendapatkan pelanggan. Pemain yang mampu memasak dengan baik akan jadi pemenang. Jangan terlalu panjang, karena semakin banyak informasi tidak akan membuat penjelasan anda makin jelas dan membuang waktu publisher.
  • Sebutkan nilai jual dari boardgame Anda. Sebagai contoh Waroong Wars nilai jualnya adalah tema kuliner bersifat universal dan bisa dimainkan semua kalangan (laki, perempuan, anak-anak s.d. dewasa). Selain itu punya potensi dibundling sponsorship. Punya Potensi market internasional karena bisa menjadi “duta kuliner” yang akan dibawa para mahasiswa Indonesia di luar negeri.
  • Jelaskan dengan fakta dan dokumentasi proses kerja Anda. Misalkan Anda telah melakukan pengujian ke 800 unik tester disertai foto dan video. Lalu lengkapi laporan umpan balik dari para tester. Hal ini akan meningkatkan keyakinan publisher terhadap potensi board game Anda.

Tahap Pertemuan:

  • Lakukan janji pertemuan terlebih dahulu.
  • Perkenalkan diri Anda dan berikan kartu nama sehingga nanti Anda bisa dihubungi sewaktu-waktu oleh publisher.
  • Jelaskan “kekaguman” dan “ketertarikan” Anda terhadap publisher tersebut.
  • Jelaskan mengapa board game Anda sesuai dengan portofolio mereka sehingga layak dipublikasikan.
  • Hindari mengungkapan bahwa boardgame Anda terinspirasi oleh boardgame lain atau mekanik boardgame Anda sama seperti boardgame X dll.

Sampai di sini perhatikan apakah pihak publisher tertarik dengan boardgame Anda. Body language dan konsentrasi mereka akan mudah dibaca pada tahap ini. Anda bisa bertanya, “Apakah saya bisa jelaskan cara bermain boardgame ini?”

  • Pada saat mendemokan board game tidak perlu dari awal hingga akhir. Buatlah versi mini dari konsep board game misalkan bermain normal butuh 30 menit, maka saat demo cukup 3 putaran kurang lebih 10 menit. Yang perlu diperhatikan adalah Minimum Viable Product (MVP) bisa ditangkap oleh publisher. Saya tidak menyarankan penggunaan video karena unsur fun dari board game Anda tidak akan terlihat dibanding dimainkan secara langsung.

Sampai disini, Anda bisa “membaca” ketertarikan pihak publisher. Anda bisa bertanya, “Bagaimana potensi boardgame ini menurut bapak/ibu?”. Maka Anda harus siap dengan mencatat semua masukan yang ia berikan. Ingat saat Anda akan bekerja sama dengan publisher maka Anda harus dengarkan kebutuhan dan masukan mereka. Jangan paksakan apa yang Anda inginkan karena pihak publisher adalah representasi dari konsumen. Sesekali boleh saja Anda memberikan masukan dengan argumentasi untuk kepentingan konsumen bukan kepentingan desainer.

Semoga artikel “Persiapan Designer Boardgame Bertemu Publisher” bermanfaat bagi rekan-rekan yang akan melakukan pitching ke publisher, khususnya yang besok Jumat s.d. Minggu akan bertemu dengan publisher lokal di acara SUBOGAMA (Surabaya Board Game Market).

Jangan lupa akan ada sesi talkshow dengan publisher boardgame Inspira.id pada hari Jumat, 14 Oktober 2016 jam 7 malam. Registrasi online dan gratis di: http://bit.ly/talkshowsubogama1

Persiapan Designer Boardgame Bertemu Publisher

Jika ada yang ingin ditanyakan bisa lewat fasilitas komentar di bawah ini ^_^

Founder & CEO PT Mekanima Inspira Nagara: http://AnimotionAcademy.com http://Mechanimotion.com Contact me: adhi@mechanimotion.com

Leave a reply

Hide me
Dapatkan UPDATE Seputar Industri Kreatif!
Enter your email address:
Show me
Build an optin email list in WordPress [Free Software]