Sekilas profil para desainer board game Indonesia dari survei yang dilaksanakan selama 7 hari dengan menggunakan Google Form.

Pembahasan hasil survei ini akan terbagi menjadi 3 artikel yaitu 1. profil desainer board game, 2. proses pembuatan board game, dan 3. permasalahan pembuatan board game.

Pada pertengahan bulan Juni 2018 saya berinisiatif membuat survei terkait problematika yang dihadapi para perancang papan permainan atau board game designer di Indonesia. Di mana latar belakang dari survei ini mengamati booming trend board game di Indonesia, dimana bermunculan cafe-cafe board game di kota-kota besar di Indonesia. Selain itu mulai bermunculan penerbit atau publisher board game lokal untuk mencetak karya-karya desainer anak negeri. Hasil survei trend ini bisa di baca selengkapnya di Playday.id.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa masyarakat makin memiliki pemahaman yang positif terhadap industri board game tanah air. Namun sayangnya pertambahan atau penawaran board game lokal tidak berbanding lurus terhadap pertumbuhan permintaan board game. Maka dari itu survei yang saya lakukan berusaha mencari tau apa penyebab utama dari sisi perancang board game terkait masalah perancangan hingga produksi serta penjualan board game dari persepsi mereka.

1. Asal Kota Responden Desainer Board Game

Total responden dalam survei ini terdiri dari 63 orang dimana tersebar di beberapa kota, bahkan ada 1 orang yang saat ini berada di luar negeri. Lima kota terbesar adalah Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Bogor. Hal ini dapat dipahami bahwa kelima kota tersebut memiliki komunitas dan board game cafe / library dalam jumlah banyak dibandingkan kota-kota yang lain.

2. Jenis Kelamin

Responden desainer board game masih didominasi kaum pria di mana jumlah perempuan adalah 4 orang responden dari total 63 responden yang ada. Hal ini adalah hal yang wajar di industri board game internasional di mana jumlah mereka memang tidak sebanyak para desainer board game pria. Jika tertarik membaca artikel para desainer board game wanita dari luar dan dalam negeri bisa baca di boardgame.id.

3. Pekerjaan “Utama” para desainer board game

Dari 63 orang responden, ternyata ada 2 orang yang sudah menjadikan profesi desainer board game sebagai pekerjaan tetap mereka. Sedangkan dominasi dari responden adalah para mahasiswa diikuti para pegawai swasta dan wirausahawan. Ada pula yang bekerja sebagai dosen serta freelancer yang meluangkan waktu untuk membuat board game.

4. Koleksi Board Game

Salah satu indikator pertanyaan yang saya ajukan terkait keseriusan dalam merancang board game adalah jumlah koleksi yang dimiliki. Meskipun saat ini sudah banyak board game cafe/library bahkan fasilitas forum dan group di internet. Setidaknya seorang board game desainer memiliki 1 atau 2 judul board game sebagai referensi mereka. Dan ternyata memang para desainer board game memiliki koleksi board game dalam jumlah yang cukup besar yaitu di atas 5 judul bahkan 20,6% memiliki lebih dari 20 judul board game.

5. Perilaku Bermain Board Game

Selain jumlah koleksi board game yang dimiliki desainer board game, perilaku bermain board game juga menjadi indikator tingkat keseriusan dan wawasan dalam board game itu sendiri. Hasil survei menunjukkan bahwa intensitas bermain board game para desainer cukup tinggi yaitu 31,7% bermain lebih dari 6x dalam sebulan dan 36,5% bermain antarai 3x s.d. 6x dalam sebulan.

Durasi bermain board game mereka rata-rata 1 s.d. 3 jam untuk sekali bermain sebanyak 55,6% dan lebih dari 3 jam sebanyak 33.3%. Semakin panjang waktu bermain board game menunjukkan jumlah judul atau durasi per judul game yang dimainkan para desainer board game. Bisa saja selama 3 jam hanya bermain 1 judul dengan tingkat kompleksitas tinggi atau bermain banyak judul board game dengan tingkat kompleksitas rendah.

Kecenderungan desainer board game adalah memiliki kelompok bermain board game yang intens bermain secara rutin tiap minggu. Hasil survei menunjukkan bahwa 73% desainer board game memiliki group bermain rutin sedangkan sisanya tidak memiliki group rutin.

Kesimpulan

Dari 63 responden survei desainer board game Indonesia menunjukkan bahwa masih di dominasi di kota-kota besar di pulau jawa. Hal ini berbanding lurus dengan survei yang dilakukan playday.id terkait jumlah publisher dan cafe/library board game di Indonesia.

Jumlah responden juga di dominasi oleh kelompok mahasiswa, hal ini menunjukkan bahwa kampus merupakan salah satu “mesin” pencetak desainer board game di Indonesia.

Para perancang board game di Indonesia dapat dikatakan memiliki kemampuan ekonomi menengah ke atas. Rata-rata jumlah koleksi board game mereka di atas 5 judul bahkan banyak pula yang memiliki lebih dari 20 judul board game. Dengan kemampuan ekonomi yang cukup baik, menjadi peluang bagi mereka untuk mampu menghasilkan board game sendiri.

Untuk lebih lengkapnya, saya akan menuliskan artikel kedua terkait hasil survei ini yaitu membahas bagaimana survei proses pembuatan board game di Indonesia. Jika ada pertanyaan atau hal yang ingin didiskusikan silahkan tulis komentar di sini atau mail to: kontak@adhicipta.com

#dukungkreasi #boardgames

Share:
Written by Adhicipta R. Wirawan
Founder & CEO Mechanimotion. Contact me: kontak@adhicipta.com