Idul Adha tahun 2012 memang seru dan bikin libur terasa sangat panjang. Di kota besar seperti Surabaya, pasokan daging seakan melimpah ruah. Semua orang seakan-akan jadi tukang sate. Semerbak aroma daging di atas arang tercium di siang hingga malam hari. Mungkin dalam 1-2 hari warung sate akan terasa sepi.

Lalu apa sih maksud dari judul Sesama “Tukang Sate” Jangan Menawarkan “Sate” ???

Sederhana saja, kita sering kali menawarkan suatu produk ke sesama pembuat produk. Dalam dunia industri kreatif, saya sering melihat para animator menunjukkan karyanya ke sesama animator, para ilustrator nunjukin karyanya ke sesama ilustrator. Tidak ada yang salah dengan aktivitas ini. Tapi kita harus paham dulu tujuannya. 

Sebelum ngobrolin tujuannya, kita harus paham betul “karya” yang kita buat ini memang untuk meningkatkan skill atau memuaskan orang lain alias konsumen.  Karena kalo salah sasaran maka feedback yang kita harapkan tidak akan terlalu bermanfaat juga.

Jika kita bertujuan untuk meningkatkan skill maka “tawarkanlah” karya Anda kepada sesama kreator. Ibaratnya seperti dalam “Master Chef”, maka para chef untuk dapat meningkatkan skill memasaknya maka harus siap “dihabisi” oleh para juri.

Tetapi jika karya yang kita buat untuk memuaskan konsumen maka jangan tawarkan produk Anda ke sesama kreator. Para konsumen berharap “value” dari produk kita berbeda dengan para kreator yang tidak berharap “value” dari kita. Karena mereka juga sesama “Tukang Sate”.

Selamat meninkmati “Sate” atau karya Anda.

 

Share:
Written by Adhicipta R. Wirawan
Founder & CEO Mechanimotion. Contact me: kontak@adhicipta.com