Tip Trik Kampanye Social Media

Tip Trik Kampanye Social Media. Pemburu Suara atau Vote Bukan Hanya Para Caleg dan Capres tapi Juga Para Peserta Kompetisi Berbasis Vote atau Butuh Supporter untuk hal khusus.

Social media saat ini telah menjadi media yang sangat efektif untuk berkampanye dengan berbagai tujuan. Namun dari pengamatan saya, tidak semua kampanye dilakukan dengan cara yang efektif, efisien dan terukur.

Dan Jangan PERNAH gunakan cara curang dalam menciptakan VOTE mulai dari membuat akun palsu sampai menggunakan script vote.  Sekali Anda melakukan kecurangan Maka Resiko Hukumannya bisa Seumur Hidup tidak dipercaya di Social Media.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan bagi para pemburu “VOTE”.

1. Tentukan Target Perolehan Vote

Setiap orang pasti berburu vote sebanyak-banyaknya. Namun tanpa target berupa angka yang spesifik, kita akan kesulitan mengevaluasi hasil kampanye (posting, artikel, dll.) yang telah dilakukan. Cara yang dilakukan adalah dengan melihat jangka waktu vote, misal: batas waktu vote 20 hari.

Jika kita ingin meraih 1000 suara, maka target hariannya adalah 50 suara. Dengan demikian kita akan tahu harus seberapa besar effort kampanye dan dapat mengevaluasi mengapa sebuah kampanye berhasil melebihi target atau gagal mencapai target.

2. Pahami Karakteristik Target Voter

Setiap voter memiliki karakteristik yang unik untuk “digerakkan” memilih atau vote produk kita. Kesalahan TERBESAR para pemburu vote adalah menganggap semua pemilih adalah SAMA! Dengan mempelajari karakteristik voter maka bentuk kampanye seperti poster, posting, dll. harus disesuaikan dengan karakteristik target voter.

Jika Anda menarget voter adalah para ibu muda dengan anak balita, maka gunakanlah bahasa kampanye yang sesuai “psikologi” mereka. Begitu pula ketika Anda menarget voter adalah anak muda penggemar horor, maka gunakanlah bahasa yang tepat.

3. Kekuatan Testimoni & Rekomendasi

Tidak semua orang mengenal diri Anda, kecuali Anda adalah artis atau tokoh terkenal di masyarakat. Maka salah satu cara untuk mendongkrak kepercayaan publik kepada Anda adalah dengan meminta testimoni atau rekomendasi tokoh-tokoh yang berpengaruh di social media. Para tokoh ini mempunyai followers dalam jumlah cukup besar, kenali saja di account twitter atau facebook. Jika pengikutnya lebih dari 1000 maka sudah cukup memberikan kontribusi suara.

Hal ini saya lakukan saat mempromosikan novel Garuda Riders, maka saya mengontak beberapa tokoh muda sesuai segmen pembaca novel Garuda Riders. Maka saya mencoba mengontak Merry Riana (Mimpi Sejua Dollar), meskipun tidak kenal, saya berusaha mengontak beliau. Alhamdulillah justru Merry Riana memberikan respon dengan cepat, dan akhirnya beliau ikut mempromosikan novel saya.

Merry Riana dan Novel Garuda Riders

Apakah harus mengeluarkan uang? Ini sangat relatif, karena ketika Anda telah membangun networking dengan baik, maka para tokoh ini akan dengan senang hati membantu Anda. Tapi jika Anda Sok Kenal dan Sok Dekat, tiba-tiba minta tolong, maka bersiaplah di block. Maka dari itu sejak awal berperilakulah yang baik di dunia nyata dan di dunia maya.

4. Pahami Karakteristik Social Media Channel yang Dipilih

Setiap social media memiliki karakteristik yang berbeda, pelajari model sosialnya antara Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, Path, Black Berry, Whatsapps, dll. Jangan pernah menganggap setiap channel social media ini sama! Salah satu contoh adalah Facebook, saat Anda membuat poster digital sebagai sarana kampanye, maka pahami ukuran image yang tepat untuk kampanye. Hal ini mempengaruhi tampilan visual, ukuran font yang tepat agar terbaca di smartphone dll.

Kesalahan terbesar para pemburu vote adalah tidak memahami hal ini dan akhirnya effornya terbuang percuma, karena tidak jelas terbaca informasi yang ingin disampaikan.

5. Berhati-hatilah dengan TAG!

Beberapa social media memberikan fasilitas TAG untuk melakukan mention seseorang pada gambar yang diupload. Tentu ada beberapa klasifikasi orang yang ingin Anda Tag, yaitu “tokoh” dan Orang Biasa. Mengapa harus dibedakan, karena orang-orang yang sudah masuk kategori tokoh ini ingin memproteksi privacy dan koleganya dari hal-hal yang kurang tepat. Solusinya adalah lakukan pendekatan personal dengan tokoh-tokoh ini. Ribet? tapi akan efektif dan menjaga hubungan jangka panjang. Daripada Anda di-block seumur hidup.

6. Gunakan BITLY untuk Evaluasi Vote Anda!

Bitly adalah sebuah situs yang membantu Anda untuk memperpendek URL  tetapi juga memberikan informasi berapa kali link tersebut telah di-klik. Sering kali para pemburu voter tidak menggunakan fasilitas Bitly, sehingga mereka tidak pernah tahu berapa tingkat keberhasilan URL yang disebar.

Saat saya melakukan promosi Game DJAMAL di social media, saya memanfaatkan BITLY untuk mengukur pergerakan download, karena jika saya hanya menyebarkan link, maka saya tidak tahu berapa kali installer game DJAMAL (Dolanan Games) telah didownload, jam berapa, dari negara mana, dan bagaimana orang lain menyebarkan link saya.

Jumlah Klik Game Djamal

 

Penyebaran Link oleh Pihak Ketiga dst.

Negara Pendownload Game DJAMAL

 7. Jangan Over Campaign!

Akibat tidak adanya perencanaan yang matang dalam kampanye, maka sering kali para pemburu vote akan melakukan kampanye hingga masuk tahap “over spamming” sehingga sangat mengganggu orang lain. Hal ini tentu merugikan Anda, karena dengan mudahnya orang melakukan unfollow hingga block.

Maka dari itu buatlah jadwal dan target posting yang tepat sasaran. Silahkan baca artikel saya di http://bit.ly/QhKShi terkait tip dan trik posting yang sukses.

Dengan mengevaluasi hal ini maka saya dapat memanfaatkan sisa waktu untuk fokus memilih jalur distribusi yang tepat, dan tidak membabi buta tanpa arah yang jelas.

Semoga Tip Trik Kampanye Social Media bermanfaat bagi Anda “Sang Pemburu Vote”. Jika ada yang perlu ditanyakan silahkan gunakan fasilitas komentar di bawah ini.

Share:
Written by Adhicipta R. Wirawan
Founder & CEO Mechanimotion. Contact me: kontak@adhicipta.com